Pemindahan domain ke Anonymond.club karena diblokir kominfo

Saya melakukan Pemindahan domain ke Anonymond.club karena diblokir kominfo. Sangat aneh sekali website blog pribadi yang gak ada ujaran kebencian dan pornografi diblokir secara sepihak tanpa peringatan. Seharusnya saya diberikan pemberitahuan / Peringatan terlebih dahulu sebelum diblokir, minimal email atau tulis komentar mengenai apa yang dilarang. Mungkin inilah yang dinamakan hukum itu tajam kebawah tetapi tumpul keatas.

Contoh website gede seperti google atau facebook twitter. Walaupun banyak akun judi, foto telanjang, prostitusi, tetapi karena gedenya website tersebut, kominfo enggan memblokir, tetapi memilih bekerjasama untuk menghapus konten negatif dari platform tersebut. Tetapi untuk saya yang memiliki blog kecil yang malah jarang di update, sekali ada konten negatif langsung diblokir sepihak secara otoriter tanpa pemberitahuan. Walaupun konten negatif sudah saya hapus saja tidak ada pembukaan blokir. Nasib jadi rakyat jelata tanpa status sosial dah.

Terkadang di TV saya melihat ada yang menjerit-jerit kena persekusi, kriminalisasi dan jadi korban hukum yang otoriter. Awalnya saya merasa aneh, jelas-jelas mereka salah kenapa harus menjerit-jerit persekusi? mungkin mereka juga merasa, orang dengan status tinggi diberikan peringatan dan kesempatan berubah dulu, sedangkan yang status sosial lebih rendah langsung di eksekusi tanpa negosiasi. Mungkin para lawmaker dan yg duduk di kursi dengan status tinggi tidak sadar dengan kelakuan mereka karena tidak bercermin, saya juga juga jika tidak kena blokir tidak akan memikirkan hal ini. Tetapi hal ini beneran nyata, TIDAK ADA yang namanya EQUALITY BEFORE LAW di Indonesia. HUKUM ITU TIDAK ADIL BUNG!!

Saya curiga karena ada 2 artikel yang membahas mengenai hal terlarang, tetapi sudah saya hapus demi mengikuti peraturan. Walaupun saya sudah kena blokir tanpa peringatan ( dipersekusi dan kriminalisasi ini hitungannya ), tetapi sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saya tetap menghapus konten tersebut.

Semoga 2019 kita bisa mendapatkan kominfo yang lebih fair. Saya ingin banget menggunakan tagar #2019GantiPresiden, tetapi karena hanya 2 pilihannya yang gak ada mendingnya, jadi galau dah.