Panduan Memilih Processor Komputer

Panduan Memilih Processor Komputer ini merupakan seri pertama dari beberapa postingan yang akan saya upload.

Mungkin banyak yang belum mengerti tentang fungsi prosesor pada komputer. Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, bisa jadi sekarang ini kita sedang akan melakukan upgrade komputer maupun laptop kita, tetapi bingung dengan banyaknya pilihan prosesor yang ada di pasaran sekarang.

amd vs intel

Soal merek processor untuk Komputer dan Laptop saat ini dikuasai oleh hanya 2 brand yaitu Intel dan AMD. Dimana masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri.

Memilih processor untuk komputer sulit-sulit gampang, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan :

  1. Budget
  2. Pemakaian
  3. Fitur

Yang paling pertama akan dibahas tentunya budget. Intel vs AMD selalu akan dimenangkan oleh AMD jika berbicara tentang budget, AMD bisa memproduksi processor dengan clock speed ( kecepatan prosesor ) yang lebih cepat dibandingkan dengan Intel dengan harga sama.

Contoh :

AMD Ryzen 3 2200G memiliki 4 Core dan 4 Thread. Kecepatan dasar 3,5 GHz boost ke 3,7 MHz. Cache 4MB. 14nm dan tdp 65W. Prosesor ini juga dilengkapi dengan grafik onboard AMD Radeon Vega 8 Core 1100 MHz. Dijual dengan harga kisaran Rp.1.500.000 pada saat tulisan ini dibuat. AMD ryzen 3 sendiri dibundel dengan kipas custom Wraith Stealth yang sangat baik dalam mendinginkan prosesor AMD.

Intel Core i3 termurah dijual di Rp. 1.780.000 yaitu Intel Core i3 6100 memiliki 2 Core dan 4 Thread. Kecepatan dasar 3,7 GHz tanpa boost. Cache 3MB. 14nm dan TDP 51W. Prosesor Intel dilengkapi grafik onboard Intel HD 530 max 1050 MHz. Kipas bawaan intel standard tanpa ada keunggulan tertentu.

Dengan perbandingan diatas, sudah jelas bahwa secara Value / budget, hampir dipastikan kita akan memilih AMD. Walaupun sebenarnya kurang fair krn Intel i3 6100 diluncurkan tahun 2015 sedangkan Rzyen 3 diluncurkan tahun 2018, tetapi karena harga Intel Core i3 7100 yang baru berkisar Rp. 2.075.000 dengan core 2 dan kecepatan 3,9 GHz. Tetap aja secara budget pasti AMD yang direkomendasikan.

Pada bagian ke dua, pemakaian, saya tidak akan membahas merek, tetapi lebih ke target pemakaian komputer / laptop. Seperti pada bagian pertama, ada soal clock speed, core count, thread count dan TDP.

Untuk pemakaian office atau kerja menggunakan MS Office ( word, excel, powerpoint ), browsing general, sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan core dan thread yang banyak. Bahkan untuk gaming juga engga terlalu dibutuhkan core count yang banyak. Minimal 2 core dan max 4 core sudah cukup, walaupun Intel Coffee Lake terbaru menawarkan core count yang lebih tinggi dengan harga yang lumayan menggiurkan.

Core count atau banyaknya core sendiri menentukan seberapa banyak dan cepat sebuah proses dapat dilakukan secara pararel oleh komputer. Biasanya seberapa efektif core dan thread mempengaruhi kecepatan komputer itu tergantung dengan bagaimana sebuah software didesain, banyak game dan software yang didesain dengan hanya butuh 2 core saja dan bisa jalan optimal dengan 4 core, dan tidak akan ada pengaruh apa-apa dengan core diatas 4.

Clock speed sendiri merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan selain core count. 8 Core dengan clock speed 2,8 GHz juga bisa membuat software berjalan lebih lambat jika software yang anda pakai hanya butuh 2-4 core. Malah 2 core dengan kecepatan 3,7 GHz bisa terasa lebih cepat jika software yang kita jalankan lebih dioptimize untuk processor 2 core.

Untuk Cache, ini sebenarnya merupakan yang terpenting dari yg paling penting tetapi sering diabaikan. Cara kerja cache adalah data dari memory disimpan dulu ke cache prosesor sebelum di proses di prosesor sendiri. Semakin besar sebuah cache maka akan semakin efisien kerja prosesor. Untuk prosesor moderen, cache biasanya terdiri dari 3 Level. Menurut pakar, kenaikan speed sebesar 10% dengan cache dua kali lebih besar bisa memberikan tambahan performa prosesor sebesar 30%.

Jadi, prosesor dengan kecepatan 3,3 mhz dan cache 6MB mempunyai performa 30% lebih cepat daripada prosesor dengan kecepatan 3,0 mhz dan cache 3MB. Jika kita lihat dibawah, bagian MID End, Ryzen 5 2600X seharga 3,45jt dapat memberikan performa 30% lebih cepat daripada Intel seharga 3,65jt.

Yang terakhir adalah TDP, ini adalah seberapa banyak panas yang dihasilkan oleh sebuah prosesor. Intel cenderung bekerja dengan lebih dingin bila dibandingkan dengan AMD.( i3 51W dan ryzen 65w ). Sehingga secara awet dan tahan lama, kemungkinan besar intel pemenangnya ( Saya sendiri memakai core i5 generasi awal seri 2500, dan masih aman berjalan sampai sekarang walaupun umur komputer saya sudah 9 tahun ).

Untuk bagian fitur, sebelum membeli processor hendaknya kita mengecek dulu spesifikasinya. Selain dari jumlah core dan kecepatan dasar, terkadang ada fitur tambahan seperti support RAM berapa cepat, support RAM berukuran berapa, bisa overlock atau engga, ada security chip yang ditanam engga, apakah ada grafik onboard.

Support RAM berapa cepat juga lumayan penting karena jika kita membeli prosesor yang hanya support memory sampai 2166 sedangkan RAM yang kita beli itu 2400.

Contoh :

Jika kita membeli Ryzen 3 1200 dengan harga Rp. 1.420.000, kita akan mendapat prosesor tanpa kapabilitas overclock, tanpa onboard graphics walaupun kecepatan hanya selisih 20 MHz, tetapi kenapa engga pilih yang lebih mahal Rp. 80.000 tetapi memiliki fitur yang lebih baik?

Saya tidak akan mengulas secara head to head untuk kelas prosesor mid – high end karena tulisan ini bertujuan untuk membantu memilih secara umum dan bukan review.

Rekomendasi saya dapat dilihat dibawah, saya akan ikutkan prosesor terbaru intel Coffee lake dimana secara core count sudah ditambah oleh intel sehingga secara value/budget sudah lebih baik, tetapi tidak cocok jika anda ingin melakukan upgrade tanpa mengganti mainboard karena soket LGA1151 Coffee Lake tidak compatible dengan Kaby Lake/Skylake.

Low End – Business, common office :

Intel G4400 3,3 GHz 2 Core Kaby Lake kisaran Rp. 990.000

Pentium Gold G5400 3,7 GHz 2 Core Coffee Lake – latest 2018 di kisaran Harga Rp. 1.020.000

AMD Ryzen 3 2200G max 3,7 GHz 4 Core kisaran Harga Rp. 1.500.000

Mid – Gaming, medium-high performance :

Intel Core i5 8500 3,0 GHz Max 4,1 GHz 6 Core Cache 9MB Coffee Lake Kisaran Rp. 3.650.000

AMD Ryzen 5 2600X 3,6 GHz Max 4,2 GHz 6 Core Cache 16 MB Kisaran Rp. 3.450.000

Intel Core i5 7500 3,4 GHz Max 3,8 GHz 4 Core Cache 6 MB Kaby Lake Kisaran Rp. 3.400.000

Dengan perbandingan diatas, dapat disimpulkan sebenarnya pada tahun 2018 ini, lebih murah dan bagus memilih prosesor AMD daripada Intel.

Prosesor intel harganya cenderung lebih mahal dengan performa diatas kertas yang kurang menarik.

Tetapi karena kompetisi antara dua produsen besar prosesor ini sangat sengit, tidak menutup kemungkinan apabila tiba-tiba intel bisa menyalip dengan mengeluarkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang wajar.